Written By Opi Furni on Wednesday, April 15, 2015 | 10:15 AM

Pengertian Finishing Politure

Finishing Politur

Finishing Politure (plitur)  bukan suatu item baru dalam dunia pengecatan. Akan tetapi, politure ini adalah salah satu barang yang cukup membingungkan orang-orang. Karena itu, hari ini kita akan sedikit mengenal tentang politur dan kegunaannya. 

Politure adalah pewarna kayu yang bersifat transparan, dan tidak menutup serat kayu, sehingga kayu nampak lebih indah. Daya sebarnya ± 3-4m2 /liter, dengan 2 kali lapis, dan campuran air 10%. Contoh produknya adalah, Belazo Wood Stain, Mowilex Wood Stain, Propan Aqua Politur, dan sebagainya. 

Politure ini juga memerlukan pengencer, dengan nama Thinner. Thinner yang digunakan adalah Thinner A, dengan daya sebar ± 3-4m2 hanya dengan campuran thinner sekitar 5%. Produk Thinner untuk kategori ini adalah Ultran Politur, Ultran Lasur, dan Teak Oil.

Ada juga jenis politur yang lain, tapi lebih disarankan untuk penggunaan interior (kalau produk tadi akan memberikan hasil lebih bagus, sehingga cocok untuk eksterior). Produk ini disebut Melamine. Melamine adalah jenis politur yang memberikan hasil lebih halus. Pengerjaan menggunakan melamine ini memiliki lebih banyak tahap dan juga komponen lainnya, seperti, Impra Wood Filler, Impra Wood Stain, Impra Sending Sealer, Impra Melamine/Top Coat.
 
Untuk info tipe thinner, jumlah campuran thinner, akan lebih baik jika dibaca di petunjuk kemasannya masing-masing, karena tiap merk memiliki karakteristik yang cukup berbeda,

Fungsi

Di Indonesia politure ini merupakan bahan yang sangat popular sebelum pada akhirnya mulai digantikan dengan bahan finishing modern berupa cat (coating). Pada jaman dulu shellac ini merupakan satu-satunya bahan finishing yang bisa digunakan untuk proses finishing pada kayu yang bisa menghasilkan finishing dengan warna transparan yang bisa menampilkan keindahan warna dan serat kayu. Shellac merupakan bahan finishing yang sangat popular dan banyak dipakai pada abad 19 sampai pada awal abad 20 ketika mulai digantikan oleh nitrocellulose dan bahan-bahan finishing yang lain. Shellac dibuat dari bahan resin alam yang dihasilkan dari suatu jenis serangga yang hidup dari tumbuhan yang ada di India. Shellac bisa menghasilkan lapisan film yang bisa berfungsi untuk melindungi permukaan kayu dibawahnya. Bahkan sekarang finishing dengan warna transparan masih disebut sebagai warna politur.

Jenis-jenis

Ada beberapa cat kayu jenis transparan yang biasa dipakai untuk memberi sentuhan akhir yang menarik diantaranya yaitu:
  • Politur, cat transparan jenis politur paling banyak digunakan dan dikenal oleh masyarakat karena telah digunakan sejak dahulu. Politur mudah untuk diaplikasikan dan dapat digunakan baik untuk eksterior atau interior ruangan karena meiliki perlindungan terhadap sinar ultra violet (UV).
  • Poly Urethane (PU), cat ini cocok digunakan untuk gaya modern klasik karena agak mengkilap, permukaannya yang rata dan menampilkan permukaan alami kayu. Cat ini tahan terhadap benturan, tidak mudah retak dan tahan terhadap noda.
  • Nitro Cellulose (NC), keunggulan cat kayu transparan jenis ini adalah tampilannya yang tipis sehingga tampak natural, tidak mengkilap, tidak berbau pedas, cepat kering, tahan terhadap benturan dan noda.
  • Akrilik, cat akrilik biasanya digunakan untuk menampilkan warna muda seperti putih atau warna-warna pastel karena kejerniahannya. Jenis cat ini juga tahan benturan dan noda karena mampu menutup pori-pori kayu.




Bagian-bagian

Cat dan kegunaannya, bagi sahabat yang ingin membeli cat atau mengecat rumah ada baiknya tau tentang barang yang dibeli, disini saya akan kupas dan jelaskan berbagai macam Cat serta kegunaannya.


1.    Cat tembok, umumnya di dalam aplikasinya menggunakan campuran air. Cat untuk tembok ini ada beberapa macam diantaranya:
  • Cat dasar, pilihlah cat yang mengandung anti alkali, sehingga mencegah belang, jamur, lumut dan timbulnya alkali dari dalam beton baru atau lama serta meningkatkan daya tutup dengan sempurna dan menghemat cat dalam pengecatan, biasanya cat alkali ini kemasan 5kg sampai 20kg.
  • Cat khusus luar, cat yang dikhususkan dengan formula tahan terhadap cuaca yang ekstrim, anti jamur dan alkali, biasanya cat ini kemasan 1ltr, 21/2ltr, 5ltr sampai 20ltr.
  • Cat khusus dalam, pilihlah cat yang mengandung anti noda, anti bacteri, sehingga bisa dibersihkan tampa meninggalkan noda, serta pilihlah cat yang tidak mengandung merkuri, biasanya cat ini kemasan 1ltr, 21/2ltr, 5ltr sampai 20ltr.
  • Cat for exterior and interior, biasanya cat ini kemasannya 5kg dan 20kg yang umum dijual dipasaran.
  • Cat kapur, cat yang relatif murah, bisa digunakan untuk mengecat dinding triplek, campuran plamir atau cat plafon, karna cat ini seperti kapur maka lengket atau berbekas dibadan kalau kita bersandar walau sudah kering.


2.    Cat minyak, cat ini dalam pengenceran menggunakan thiner dan dipakai untuk mengecat kayu dan besi, cat minyak ini juga ada beberapa macam,Cat minyak dasar atau meni kayu dan meni besi, digunakan sebagai cat dasar sebelum pengecetan agar kayu atau besi lebih tahan lama dan menghemat dalam proses pengecetan, cat meni kayu ini umumnya hanya satu warna. Biasanya kemasan cat ini 1kg, 3.5kg, 5kg.
  • Cat minyak untuk kayu dan besi, cat ini banyak pilihan warna dan digunakan setelah tahap diatas atau langsung juga bisa, biasanya kemasan 100grm, 200grm,1kg sampai 5kg.
  • Cat minyak untuk mobil motor, cat mobil ini ada cat dasarnya yaitu pokxy filler, lalu baru cat mobil, biasanya kemasan 100grm, 200grm, sampai 1kg.

3. Cat plitur atau vernis, cat plitur merupakan cat yang di khususkan untuk bahan kayu, cat ini ada beberapa macam, ada yang langsung ada yang bertahap:
  • Plitur langsung atau siap pakai.
  • Plitur bertahap, maksudnya dalam pengecatan menggunakan beberap. tahapan, yaitu :
  1. Cat woods staind, merupakan tahap pewarnaan.
  2. Cat melamin sanding merupakan lapisan dasar warna setelah tahap pewarnaan.
  3. Cat melamin clear merupakan lapisan akhir setelah tahap dasar dan pewarnaan. Cat Melamine clear ada dua tipe, yaitu clear gloss dengan hasil akhir kilap, clear dop dengan hasil akhir buram, cat ini biasanya kemasan 1kg dan 5kg. Bagi orang yang ingin hasil terbaik, pengecatan bertahap ini adalah pilihan yang bagus, walau agak lebih menguras kocek dan proses yang agak repot.
4. Cat kayu dan besi dengan pengencer air, cocok untuk cat besi berbahan galvanis, dan bisa juga untuk kayu.

5. Cat waterproof, biasa digunakan untuk mengecat dak rumah beton, cat beton samping dan belakang, cat genteng, karna sifat catnya yang mengandung karet dan tidak rembes.

6. Cat kolam, untuk kolam renang atau kolam ikan atau sejenis.

7. Cat lapangan, biasa digunakan untuk lapangan bulutangkis atau lapangan tenis.

8. Cat keramik, bisa digunakan untuk mengecat keramik-keramik yang buram dan sudah kabur.



Langkah Kerja

Pertama–tama kita bersihkan bidang kayu yang akan di politur dengan amplas untuk memotong serat yang berdiri dan kasar. pengamplasan atau penggosokan di lakukan dengan kertas amplas nomor 80–180, dan harus searah serat kayu.

Tahap berikutnya yaitu pengisian pori–pori kayu bagi jenis kayu bertekstur kasar, misalnya kayu jati, sunkai, kamfer dan lainnya. Bahan pengisi pori kayu (wood filler) yang sering di pakai adalah bubur filler yang bisa di beli di toko besi, baik yang berpelarut air maupun solvent atau minyak. Pengisian dapat di lakukan menggunakan kape atau skrap tembok hingga pori kenyang (terisi). Filler kita biarkan kering dalam beberapa menit.

Langkah selanjutnya adalah pembersihan bubur filler kering yang masih terdapat di permukaan kayu dengan amplas nomor 150–180 sehingga permukaan kayu rata dan bersih.

Selanjutnya langkah pelapisan dasar. Pendasaran di lakukan dengan kuas, selapis demi selapis tanpa meninggalkan bekas kuas. Pendasaran di lakukan dengan politur yang terbuat dari selak dan di campur dengan spiritus. Tunggu sampai 15 agar permukaan hasil pendasaran menjadi kering. Lalu amplas kembali menggunakan amplas nomor 180–240 agar permukaan menjadi halus.

Pengolesan lapisan politur pada permukaan dengan kaus perca merupakan proses selanjutnya. Kaus di gunakan agar garis usapan politur tidak tampak. Kaus perca di lipat sepadat mungkin kemudian di oles secara berputar menggunakan politur.

Tahap selanjutnya adalah pengamplasan secara basah dengan amplas nomor 180–240 yang tahan dengan air. Pengamplasan basah ini sangat penting karena akan meratakan bekas usapan putar pada tahap sebelumnya.

Tahap terakhir adalah pelapisan dengan memakai kaus namun dengan campuran politur yang lebih encer. Cara melakukan langkah ini adalah dengan mengoleskan kaus menggunakan tekanan yang cukup kuat agar hasilnya lebih padat. Apabila serat–serat kayu tidak berdiri lagi, pori–pori sudah tertutup rata dan hasilnya mengkilap, boleh di katakan tahap ini telah selesai dan pekerjaan memolitur pun usai.



Share/Bookmark

0 komentar:

Post a Comment

OP Furniture© 2014. All Rights Reserved. Template By Seocips.com
SEOCIPS Areasatu Adasenze Tempate Tipeex.com